Kamis, 28 Januari 2016

Aurelia si Duyung Cantik




Dari kejauhan mata, terlihat Aurelia si Putri Duyung Cantik yang tengah dikelilingi beberapa warga hutan. Di antara warga hutan itu terdapat Bibi Popo beruang yang pandai memasak dan Owla si Burung Hantu yang cerdas dan bijaksana. Ternyata, mereka semua sedang mengamati Aurelia yang sedang membuat perhiasan dari mutiara yang cantik-cantik. Ya, mereka semua sangat menyukai Aurelia karena ia cantik dan juga pandai membuat perhiasan-perhiasan yang sangat indah. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Greeny si Peri Hutan yang bertugas menjaga hutan agar hutan tetap cantik dan asri. Greeny tidak menyukai Aurelia dan menganggapnya hanya bisa pamer kelebihan saja. Ia juga ingin terlihat lebih hebat dari Aurelia.
Di atas rumah pohon miliknya, Greeny berulang kali mengayun-ayunkan kaki sambil mencari ide untuk menjadi lebih hebat dari Aurelia dan membuat para warga tidak menyukai Aurelia lagi.
“Aha! Aku punya ide!” ucapnya sambil melonjak kegirangan. Tanpa pikir panjang ia pun bergegas terbang menuju pemukiman warga hutan.
Saat ia melewati sungai sebening kaca tempat tinggal Aurelia, ia tersenyum licik sambil terus terbang menuju pemukiman warga hutan. Bau wangi Kue Pie Bibi Popo Beruang yang lezat menggoda Greeny untuk singgah ke rumahnya. Dengan sengaja ia melongok dari luar jendela Bibi Popo hingga membuatnya terkejut.
“Eh Ada Greeny! Kamu usil sekali ya bikin saya kaget saja!”  ucap Bibi Popo agak bersungut-sungut. “Ada apa memangnya kamu kemari?” ucapnya menambahkan.
“Hmm, itu anu..Anu Ini.. Anu..”
“Yang jelas dong kalau bicara. Jangan anu anu saja.”
“Itu loh Bi. Si Aurelia itu tidak sebaik yang kita kira lo!”
“Hush! Jangan begitu. Memangnya kamu tahu apa tentang dia?”
“Bibi tahu tidak mutiara yang sering Aurelia pakai untuk membuat perhiasan? Itu hasil mencuri dari Raja Neptunus! Mana mungkin sih seorang Aurelia punya mutiara yang sungguh luar biasa indah?” ucap Greeny berusaha meyakinkan.
“ Ah masa sih! Bibi masih nggak percaya ah!” ucap Bibi Popo sambil melanjutkan memasak. Kemudian Greeny terbang menuju rumah warga hutan yang lainnya. Kali ini sasaran selanjutnya adalah Owla. Ia sengaja mendatangi mereka berdua terlebih dahulu karena Bibi Popo dan Owla lah yang paling mengagumi Aurelia dan selalu membangga-banggakannya di depan para warga.
“Halo Owla!” sapa Greeny pada Owla yang sedang asyik membaca buku pengetahuan.
“Hai. Ada apa Greeny berkunjung ke sini?” tanya Owla dengan senyum yang renyah.
“Itu. Owla sudah tahu belum?”
“Tahu tentang apa memangnya?” selidik Owla.
“Tentang Aurelia. Aku dengar kalau mutiara yang Aurelia punya itu hasil mencuri dari Raja Neptunus! Aku tahu benar kalau mutiara seindah itu hanya dimiliki oleh orang-orang penting saja seperti Raja Neptunus!”
“Hah? Mana mungkin? Aurelia kan sangat baik. Sepertinya tidak mungkin ia berbuat hal seperti itu. Dan sebaiknya kamu jangan berburuk sangka terlebih dahulu,” ucap Owla keheranan.  
Tiba-tiba Momo Monkey si biang gossip datang mendekat. “Halo! Halo! Berjumpa lagi dengan Momo. Kalian sudah tahu belum? Berita tentang Aurelia yang pernah mencuri di tempat Raja Neptunus itu sudah menyebar ke seluruh hutan lo!” jelas Momo panjang lebar sambil cengengesan.  
Mendengar kalimat Momo barusan membuat hati Greeny amat bahagia. Diam-diam ia senyum-senyum sendiri. Kemudian, ia meluncur menuju pinggir hutan untuk menjalankan ide keduanya membuat warga hutan bangga padanya.
Sampailah ia di taman bunga Kristal yang sungguh indah. Sejauh mata memandang terhampar bunga berwarna-warni seperti lollipop yang berkelap-kelip ditempa cahaya matahari. Dengan bubuk ajaibnya, ia menyulap semua bunga Kristal itu menjadi berbagai perhiasan yang sungguh menawan sambil menyanyi kegirangan.
“Syalala. Dubidam.. Perhiasanku lebih cantik darinya. La la laaa..”
Kemudian, ia terbang ke balai hutan untuk mengumumkan bahwa ia juga mempunyai perhiasan yang indah-indah melebihi milik Aurelia. Semua warga hutan terkejut. Semuanya bersorak-sorai kegirangan melihat perhiasaan yang sungguh indah dan banyak itu. Satu-persatu warga hutan menyalami Greeny dan melontarkan berbagai macam pujian.
Tentunya Greeny puas dan pulang dengan hati yang mengembang penuh kebahagiaan. Namun, ia lupa satu hal. Bunga Kristal yang ia jadikan perhiasan itu merupakan tumbuhan penyeimbang hutan. Jika tumbuhan itu dibabat habis maka akan timbul bencana bagi hutan. Ya, benar saja. Malam harinya, ketika semua warga hutan terlelap dalam tidur. Banjir bandang mahadahsyat menyapu seluruh hutan. Beruntung, ada Owla yang masih terbangun tengah malam dan melihat tanda-tanda akan terjadi banjir sebelumnya. Kemudian, dengan gesit Owla terbang memberi pengumuman kepada seluruh warga bahwa akan ada banjir bandang dan menyuruh mereka segera menyelamatkan diri. Namun sayang, saat itu Greeny benar-benar tidur dengan sangat pulas sehingga ia tidak mendengar peringatan dari Owla. Air banjir yang kotor perlahan memasuki rumah pohon Greeny. Merasakan hawa dinginnya air, ia terkejut bukan main. Ia merasa ketakutan ketika air itu membasahi hampir setengah bagian dari tubuhnya sebelum ia sempat terbang melarikan diri.
Aurelia yang mendengar berita itu membantu beberapa warga yang tidak bisa berenang dan tidak mempunyai perahu menuju tempat yang lebih aman. Dan ia pun melihat Greeny mengapung tak sadarkan diri terseret arus air. Dengan sigap ia menolong Greeny meski ia tahu bahwa Greeny telah membuat berita bohong tentang dirinya.
Keesokan harinya, ketika air banjir sudah surut dan keadaan warga sudah mulai membaik. Semua warga hutan berkumpul di balai hutan membahas tentang bencana banjir ini.
“Baiklah. Terima kasih kalian semua warga hutanku yang tercinta sudah mau berkumpul di tempat ini,” ucap Lio Raja Hutan.
“Ehem! Adakah di antara kalian yang tahu mengapa banjir bisa terjadi?” ucap Lio melanjutkan.
“Setahuku yang menyebabkan banjir adalah hilangnya Bunga Kristal penyeimbang hutan atau kemungkinan kedua adalah perilaku warga hutan yang tidak baik dengan membuang sampah sembarangan ke sungai sebening kaca,” jelas Owla menganalisa.
Warga hutan lain saling tatap dan berbisik. Tiba-tiba Momo Monkey ikut ambil bagian untuk berbicara.
“Halo! Halo! Bertemu lagi dengan Momo. Oh iya, kemarin Momo melihat Greeny sedang memetik banyak sekali Bunga Kristal di taman,lo!”
Semua warga hutan benar-benar terkejut. Timbul suara gaduh karena mereka semua menyalahkan Greeny atas semua ini. Ya, karena Greeny seharusnya yang menjaga hutan tetap asri dan lestari.
“Betulkah itu yang dikatakan Momo, Greeny? Jawab jujur!” perintah Lio.
Kemudian, Greeny terbang mendekat ke tengah kerumunan warga.
“M..m.ma-af. Maafkan saya semuanya. Saya benar-benar menyesal melakukan semua ini. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan saya yang akan bertanggung jawab memperbaiki kondisi hutan menjadi seperti semula,” ucap Greeny sambil menitikkan air mata.
“Baiklah. Meskipun kesalahanmu cukup besar. Namun, kami tetap harus memaafkanmu. Asalkan kamu harus benar-benar berubah!” titah Lio.
“Iya betul itu,Greeny. Kamu juga harus meminta maaf kepada Aurelia dan berterimakasih padanya. Karena asal kamu tahu saja Aurelia-lah yang menolongmu tadi malam,” ucap Bibi Popo Beruang.
Setelah meminta maaf dib alai Hutan, Greeny segera terbang menuju rumah pohon untuk mengambil bibit Bunga Kristal. Namun sayang, bibitnya habis. Ia harus melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk membelinya. Kemudian, ia teringat suatu hal. Ia bersegera terbang menuju sungai sebening kaca.
“Hai Greeny!” panggil Bibi Popo Beruang.
“Iya bi. Ada apa?” ucap Greeny sambil terbang menghampiri Bibi Popo.
“Ini aku buatkan Kue Pie yang teristimewa untuk Aurelia. Aku tahu kau pasti akan ke sana jadi kubuatkan ini sebagai tanda terimakasih dari para warga untuknya yang telah menolong kami.”
“Wah. Bibi baik sekali. Terimakasih ya,Bi. Nanti aku sampaikan ucapan terimakasih kalian padanya,ya,” ucapnya dengan senyuman yang sangat tulus.
Terlihat Aurelia yang sedang asyik bermain air. Greeny menghampirinya.
“Hai Aurel,” sapa Greeny diikuti dengan senyum yang sangat menghangatkan.
“Hai Greeny!” ucap Aurel sambil melonjak kegirangan karena ia kedatangan tamu istimewa.
“Hmm.. Ini anu.. Itu anu. Aku datang ke sini untuk meminta maaf karena aku sempat iri terhadapmu hingga membuat berita bohong tentang dirimu. Maafkanlah aku Aurel. Aku sungguh menyesal,” ucap Greeny dengan penuh penyesalan.
“Tak apa sobat. Jangan bersedih hati lagi ya! Apakah yang membuat iri terhadapku? Bukankah engkau lebih hebat? Kau bisa terbang. Kau mempunyai ketulusan yang murni untuk menjaga hutan supaya tetap cantik. Kau luar biasa di mataku.”
“Kamu cantik,Aurel. Pandai pula membuat perhiasan yang begitu menawan. Aku merasa aku tidak ada apa-apanya dibandingkan kamu.”
Dengan senyuman tulus, Aurelia berkata,” Setiap insane di dunia ini pasti punya kelebihannya masing-masing. Dan itulah yang membuat diri mereka unik dan berbeda satu sama lain. Jadi, kamu tak perlu iri. Dan bukankah kecantikan hati lebih berharga dibandingkan kecantikan wajah?” ucap Aurelia meyakinkan.
Greeny tersenyum haru seraya memeluk Aurelia erat-erat.
“Terimakasih banyak Aurelia. Kamu memang luar biasa cantik luar dan dalam.”
“Sama-sama Greeny! Kita berdua sama-sama cantik kok. Hihi”
“Oh iya aku punya sesuatu untukmu. Ini ada kue pie buatan Bibi Popo yang paling istimewa yang pernah ia buat. Ia bilang kalau ini sebagai tanda terimakasih para warga karena kamu telah menolong para warga. Aku juga punya ini untukmu. Terimalah.”
“Wah terimakasih. Bukankah bubuk ajaib ini sangat berharga untukmu?”
“Tak apa Aurel. Aku masih punya buanyak! Hehe.”
“Sebagai tanda persahabatan kita. Aku punya hadiah untukmu. Semoga hadiahku ini dapat bermanfaat ya.”
Betapa terkejutnya ia saat membuka hadiah tersebut. Ternyata hadiah itu adalah Bunga Mutiara. Bunga Mutiara ini sama seperti Bunga Kristal yang dapat menjadi penyeimbang hutan. Aurelia ingin agar bunganya dapat menggantikan Bunga Kristal untuk sementara waktu sebelum Greeny membeli Bunga Kristal yang baru.
Disaksikan air terjun sebening kaca. Mereka resmi menjadi sahabat dan berjanji untuk bersama-sama bahu-membahu untuk merawat dan memelihara hutan supaya tetap asri dan lestari.
“Janji Jari kelingking!”
Mereka saling menautkan jari kelingking mereka masing-masing dan bersama-sama menikmati Kue Pie Bibi Popo yang sangat lezat tiada tandingannya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar