Senin, 09 April 2018

Menjadi Jelita Seutuhnya(Part 1)


Assalamu’alaikum dear shalihah, 

            Bagaimana kabar kalian, dear shalihah yang cantik? 

Semoga selalu dilimpahi cinta yang luar biasa dari yang maha cinta, cinta sejati kita, Allah SWT yaa. Alhamdulillah sabtu ini, pada tanggal 7 April, aku dikasih kesempatan nih sama sang maha romantis buat ketemu sama salah satu muslimah yang menginspirasi. Siapakah dia? Dia adalah seorang penulis buku berjudul “Ketika  Dhira  Jatuh Cinta”. Hayoo? Adakah yang tahu? Yes dear, namanya Kak Nadhira Arini. Kakak cantik yang telah berhasil menginspirasi banyak muslimah ini berhasil menginspirasi aku juga. Alhamdulillah ya, cyiiin. Hal ini berujung dengan lahirnya tulisan ini karena aku ingin menularkan inspirasi yang sudah kak Nadhira kasih buat aku. Hehe. Like we know together, sharing is caring, right? So, without any further ado, let’s begin the journey to see how kindhearted and merciful our God, Allah SWT is. Enjoy!
Jadi, sebenarnya, aku mengikuti acara yang pembicaranya adalah Kak Nadhira itu sama sekali nggak ada niatan sebelumnya. Bahkan, sebelumnya pun aku belum kenal nih sama kak Nadhira ini. Tapi, berhubung there is someone whom I do adore mengajakku ke sana akhirnya aku iyain aja nih tanpa pikir panjang. Padahal, sekarang-sekarang ini lagi galauin skripsi loh. Iya dong mending galauin skripsi daripada galauin si dia yang peduli sama kita juga ngga, yak an? * ups  Terus, mendaftarnya pun mepet h-2 sebelum acara digelar. Wow banget kan ya. Terus juga, jiwa-jiwa fangirl akut macam aku pasti bakalan mikir keras kan buat dateng ke acara itu. Bukan karena apa-apa, karena merasa belum siap. Karena aku berfikir pasti yang dateng ukhti-ukhti yang agamanya sudah keren-keren. Terus aku ngaca di cermin. Lah aku tuh apa? Cuma serpihan atom :’)
Okey lah cyin,  memang bukan waktunya untuk bergalau ria. Sekarang waktunya buat kasih tahu apa aja nih inspirasi yang kak Nadhira kasih di acara kemuslimatan ini. Jadi begini wahai calon isteri idaman suami, inspirasi yang dikasih kak Nadhira adalah pengalaman super kerennya ketika di luar negeri, bagaimana menjadi muslimah yang menginspirasi serta cerita dibalik hijrahnya. Beberapa point tersebut bakalan dijadiin 3 part nih dear, jadi cerita soal muslimah yang menginspirasi serta serba-serbi hijrah bakalan dipost di postingan selanjutnya ^^ stay tune yaaa.
You know what, sweetheart? I bet you will adore her like the way I adore her. Trust me ;) Idih rahay lebay nih. Bodo ah, yang penting kenyataannya emang begitu kok hehe. Nih ya, melihat cv kak Nadhira aja aku sampai melongo. Itu cv apa nulis diary. What? Iya saking penuhnya. It means sepak terjang kakak cantik ini sudah tidak diragukan lagi. Dia pernah pergi ke Jerman loh untuk belajar dan juga menjadi  volunteer. Ngga Cuma itu aja, ada lagi nih yang bikin aku geleng-geleng kepala saking kagumnya. Why? She ever went to PALESTINE. Nope sweetheart, kamu lagi ngga salah baca. Dia bener-bener udah pernah ke Palestine. Subhanallah, Kak Nadhira adalah definisi cantik yang sesungguhnya, cantik dari luar dan dalam. Dia bahkan encourage orang-orang yang akan pergi ke sana lewat instagramnya dengan menunjukkan bahwa keadaan di sana aman buat para volunteer yang akan berjuang di sana. I do believe the same way, karena untuk apa kita takut kalau kita mempunyai Allah maha agung lagi maha sempurna kan?
Nah sekarang tentang pengalaman dia ketika di Jerman.  Singkat cerita, di sana, Kak Nadhira menjadi volunteer untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Dan masya Allah, untuk menjadi volunteer saja, banyak sekali ujian yang datang menggodanya. You know what? Pasti selalu ada perintah untuk membuka jilbab ketika sesi wawancara berlangsung. Bayang betapa membuat galau situasi tersebut, bukan? Galaunya kita mikirin doi sama sekali ngga ada keren-kerennya dibandingkan dengan galaunya kak Nadhira, betul? Astaghfirullah. Yang aku salut dari Kak Nadhira ketika menjawab titah mereka untuk melepas jilbab adalah jawabannya yang lembut dan santai. Dia dengan ceria dan bersahabat menjelaskan bahwa dia tidak melepas jilbabnya karena agama dan  Tuhannya. Subhanallah. Aku suka caranya menyampaikan tanpa paksaan, tanpa kekerasan dan tanpa terkesan ingin menang sendiri. Then, ada fakta menarik bahwa kenapa Kak Nadhira harus buka jilbab di sana, ternyata ada alasan di balik itu. Jadi, menurut mereka jilbab yang kak Nadhira pakai bisa jadi sarang parasit atau kuman yang dapat membahayakan anak-anak special ini. Namun, dengan semangat yang kuat, kak Nadhira membuktikan bahwa dengan berhijab, dia masih tetap dapat mengurusi anak-anak tersebut dengan sepenuh hati. Voila. Anak-anak tersebut menjadi sayang pada Kak Nadhira. Berkat itulah, kak Nadhira diterima di tempat itu.  Subhanallah.  Sesuatu yang dilakukan dengan hati yang tulus dan bersungguh-sungguh pasti akan bersemi indah, bukan?
Tantangan untuk survive di negeri orang yang notabene minoritas Islam pasti nggak ada surutnya. Yups, masalah lain ketika kita berada di negara yang muslimnya minoritas adalah masalah perut nih, sweetheart. Kita harus mencari makanan halal yang tentunya susah dicari. Kita bisa saja tidak memakan daging babi dan memilih membeli ayam di toko-toko yang bertebaran di sana. Eitss. Tunggu dulu. Itu pun belum cukup karena kita tidak tahu apakah ayam tersebut dipotong dengan menyebut asma Allah atau tidak. Susah ya? Huhu I feel her too L It is really hard to find halal food back then in Thailand *eh maaf malah curcol hehe Nah, untuk cari aman, kita bisa membeli makanan di toko orang Turki yang dijamin ada label halalnya atau memilih menjadi vegetarian aja. Terus nih, karena kak Nadhira bekerja untuk anak berkebutuhan khusus, maka otomatis kak Nadhira diberi makanan oleh pihak pengelola. Jadi, kalau di Jerman, mereka memang suka makan bersama gitu di satu meja. Karena melihat kak Nadhira tidak memakan makanan yang mereka sediakan, mereka menyediakan ayam yang menurut mereka kak Nadhira bisa makan. Tapi, kak Nadhira masih saja tidak menyantap makanan mereka. Lalu, mungkin muncul tanda tanya besar di kepala mereka. What’s wrong with this girl? Bukannya dia bisa makan chicken? Di sini, mereka menanyakannya langsung kepada kak Nadhira. Perlu diingat ya sweetheart orang Jerman itu bener-bener bluntly to the point dan tanpa ekspresi kalau ngomong, jadi jangan kaget ngomong sama orang Jerman. Itu sih aku juga kata kak Nadhira. Rahay ngga sok tahu :p Kak Nadhira pun akhirnya menjelaskan duduk persoalan dengan ceria, tenang dan lembut. Akhirnya mereka mengerti. Keesokan harinya, Tadaaaa! mereka sudah menyuguhkan ayam yang benar-benar dari toko Turki. Wiiih subhanallah banget yaa.
Yups, begitulah nano-nanonya tinggal di luar negeri, sweetheart. Sebesar apa pun masalahnya nanti jika kita ke luar negeri. Hanya satu kunci yang dapat menyelamatkan kita. Yaitu selalu gantungkan semuanya kepada Allah SWT. Then, this writing will be closed by one of my favourite quote from kak Nadhira “Di dalam hidup, kita hanya perlu melukis satu garis lurus dan biarkan  Allah yang member titik.” See you in the next part of my writing! <3
Wasalamu’alaikum wr.wb.

Constellation of love,
Rahayours

1 komentar: