Ketika senandung
tangis bayi-bayi tak berdosa itu semakin pilu
Memekakan
telinga si pembantu
Menewaskan
tentara serdadu
Tapi di situ ada
obat penawar rindu
Rindu akan
dendangan rasa syukur mulut-mulut tukang sunat uang itu
Adakah kau tahu?
Adakah kau
dengar?
Adakah kau
mengerti?
Adakah kau
lantas berpikir?
Wahai manusia
dewasa yang katanya peduli
Atau sekedar
hanya obral janji
Masih adakah secuil
putih di hatimu kini?







