Dari kejauhan mata,
terlihat Aurelia si Putri Duyung Cantik yang tengah dikelilingi beberapa warga
hutan. Di antara warga hutan itu terdapat Bibi Popo beruang yang pandai memasak
dan Owla si Burung Hantu yang cerdas dan bijaksana. Ternyata, mereka semua
sedang mengamati Aurelia yang sedang membuat perhiasan dari mutiara yang
cantik-cantik. Ya, mereka semua sangat menyukai Aurelia karena ia cantik dan
juga pandai membuat perhiasan-perhiasan yang sangat indah. Namun, hal itu tidak
berlaku bagi Greeny si Peri Hutan yang bertugas menjaga hutan agar hutan tetap
cantik dan asri. Greeny tidak menyukai Aurelia dan menganggapnya hanya bisa
pamer kelebihan saja. Ia juga ingin terlihat lebih hebat dari Aurelia.
Di atas rumah pohon
miliknya, Greeny berulang kali mengayun-ayunkan kaki sambil mencari ide untuk
menjadi lebih hebat dari Aurelia dan membuat para warga tidak menyukai Aurelia
lagi.
“Aha! Aku punya ide!”
ucapnya sambil melonjak kegirangan. Tanpa pikir panjang ia pun bergegas terbang
menuju pemukiman warga hutan.
Saat ia melewati sungai
sebening kaca tempat tinggal Aurelia, ia tersenyum licik sambil terus terbang
menuju pemukiman warga hutan. Bau wangi Kue Pie Bibi Popo Beruang yang lezat
menggoda Greeny untuk singgah ke rumahnya. Dengan sengaja ia melongok dari luar
jendela Bibi Popo hingga membuatnya terkejut.
“Eh Ada Greeny! Kamu
usil sekali ya bikin saya kaget saja!”
ucap Bibi Popo agak bersungut-sungut. “Ada apa memangnya kamu kemari?”
ucapnya menambahkan.
“Hmm, itu anu..Anu
Ini.. Anu..”
“Yang jelas dong kalau
bicara. Jangan anu anu saja.”
“Itu loh Bi. Si Aurelia
itu tidak sebaik yang kita kira lo!”
“Hush! Jangan begitu.
Memangnya kamu tahu apa tentang dia?”
“Bibi tahu tidak
mutiara yang sering Aurelia pakai untuk membuat perhiasan? Itu hasil mencuri
dari Raja Neptunus! Mana mungkin sih seorang Aurelia punya mutiara yang sungguh
luar biasa indah?” ucap Greeny berusaha meyakinkan.
“ Ah masa sih! Bibi
masih nggak percaya ah!” ucap Bibi Popo sambil melanjutkan memasak. Kemudian
Greeny terbang menuju rumah warga hutan yang lainnya. Kali ini sasaran selanjutnya
adalah Owla. Ia sengaja mendatangi mereka berdua terlebih dahulu karena Bibi
Popo dan Owla lah yang paling mengagumi Aurelia dan selalu
membangga-banggakannya di depan para warga.
“Halo Owla!” sapa
Greeny pada Owla yang sedang asyik membaca buku pengetahuan.
“Hai. Ada apa Greeny
berkunjung ke sini?” tanya Owla dengan senyum yang renyah.
“Itu. Owla sudah tahu
belum?”
“Tahu tentang apa
memangnya?” selidik Owla.
“Tentang Aurelia. Aku
dengar kalau mutiara yang Aurelia punya itu hasil mencuri dari Raja Neptunus!
Aku tahu benar kalau mutiara seindah itu hanya dimiliki oleh orang-orang
penting saja seperti Raja Neptunus!”
“Hah? Mana mungkin?
Aurelia kan sangat baik. Sepertinya tidak mungkin ia berbuat hal seperti itu. Dan
sebaiknya kamu jangan berburuk sangka terlebih dahulu,” ucap Owla keheranan.
Tiba-tiba Momo Monkey
si biang gossip datang mendekat. “Halo! Halo! Berjumpa lagi dengan Momo. Kalian
sudah tahu belum? Berita tentang Aurelia yang pernah mencuri di tempat Raja
Neptunus itu sudah menyebar ke seluruh hutan lo!” jelas Momo panjang lebar
sambil cengengesan.
Mendengar kalimat Momo
barusan membuat hati Greeny amat bahagia. Diam-diam ia senyum-senyum sendiri.
Kemudian, ia meluncur menuju pinggir hutan untuk menjalankan ide keduanya
membuat warga hutan bangga padanya.
Sampailah ia di taman
bunga Kristal yang sungguh indah. Sejauh mata memandang terhampar bunga
berwarna-warni seperti lollipop yang berkelap-kelip ditempa cahaya matahari. Dengan
bubuk ajaibnya, ia menyulap semua bunga Kristal itu menjadi berbagai perhiasan
yang sungguh menawan sambil menyanyi kegirangan.
“Syalala. Dubidam..
Perhiasanku lebih cantik darinya. La la laaa..”
Kemudian, ia terbang ke
balai hutan untuk mengumumkan bahwa ia juga mempunyai perhiasan yang
indah-indah melebihi milik Aurelia. Semua warga hutan terkejut. Semuanya
bersorak-sorai kegirangan melihat perhiasaan yang sungguh indah dan banyak itu.
Satu-persatu warga hutan menyalami Greeny dan melontarkan berbagai macam pujian.
Tentunya Greeny puas
dan pulang dengan hati yang mengembang penuh kebahagiaan. Namun, ia lupa satu
hal. Bunga Kristal yang ia jadikan perhiasan itu merupakan tumbuhan penyeimbang
hutan. Jika tumbuhan itu dibabat habis maka akan timbul bencana bagi hutan. Ya,
benar saja. Malam harinya, ketika semua warga hutan terlelap dalam tidur.
Banjir bandang mahadahsyat menyapu seluruh hutan. Beruntung, ada Owla yang
masih terbangun tengah malam dan melihat tanda-tanda akan terjadi banjir
sebelumnya. Kemudian, dengan gesit Owla terbang memberi pengumuman kepada
seluruh warga bahwa akan ada banjir bandang dan menyuruh mereka segera
menyelamatkan diri. Namun sayang, saat itu Greeny benar-benar tidur dengan
sangat pulas sehingga ia tidak mendengar peringatan dari Owla. Air banjir yang
kotor perlahan memasuki rumah pohon Greeny. Merasakan hawa dinginnya air, ia
terkejut bukan main. Ia merasa ketakutan ketika air itu membasahi hampir
setengah bagian dari tubuhnya sebelum ia sempat terbang melarikan diri.
Aurelia yang mendengar
berita itu membantu beberapa warga yang tidak bisa berenang dan tidak mempunyai
perahu menuju tempat yang lebih aman. Dan ia pun melihat Greeny mengapung tak
sadarkan diri terseret arus air. Dengan sigap ia menolong Greeny meski ia tahu
bahwa Greeny telah membuat berita bohong tentang dirinya.
Keesokan harinya,
ketika air banjir sudah surut dan keadaan warga sudah mulai membaik. Semua
warga hutan berkumpul di balai hutan membahas tentang bencana banjir ini.
“Baiklah. Terima kasih
kalian semua warga hutanku yang tercinta sudah mau berkumpul di tempat ini,”
ucap Lio Raja Hutan.
“Ehem! Adakah di antara
kalian yang tahu mengapa banjir bisa terjadi?” ucap Lio melanjutkan.
“Setahuku yang
menyebabkan banjir adalah hilangnya Bunga Kristal penyeimbang hutan atau
kemungkinan kedua adalah perilaku warga hutan yang tidak baik dengan membuang
sampah sembarangan ke sungai sebening kaca,” jelas Owla menganalisa.
Warga hutan lain saling
tatap dan berbisik. Tiba-tiba Momo Monkey ikut ambil bagian untuk berbicara.
“Halo! Halo! Bertemu
lagi dengan Momo. Oh iya, kemarin Momo melihat Greeny sedang memetik banyak
sekali Bunga Kristal di taman,lo!”
Semua warga hutan
benar-benar terkejut. Timbul suara gaduh karena mereka semua menyalahkan Greeny
atas semua ini. Ya, karena Greeny seharusnya yang menjaga hutan tetap asri dan
lestari.
“Betulkah itu yang
dikatakan Momo, Greeny? Jawab jujur!” perintah Lio.
Kemudian, Greeny
terbang mendekat ke tengah kerumunan warga.
“M..m.ma-af. Maafkan
saya semuanya. Saya benar-benar menyesal melakukan semua ini. Saya berjanji
tidak akan mengulanginya lagi dan saya yang akan bertanggung jawab memperbaiki
kondisi hutan menjadi seperti semula,” ucap Greeny sambil menitikkan air mata.
“Baiklah. Meskipun
kesalahanmu cukup besar. Namun, kami tetap harus memaafkanmu. Asalkan kamu
harus benar-benar berubah!” titah Lio.
“Iya betul itu,Greeny.
Kamu juga harus meminta maaf kepada Aurelia dan berterimakasih padanya. Karena
asal kamu tahu saja Aurelia-lah yang menolongmu tadi malam,” ucap Bibi Popo
Beruang.
Setelah meminta maaf
dib alai Hutan, Greeny segera terbang menuju rumah pohon untuk mengambil bibit
Bunga Kristal. Namun sayang, bibitnya habis. Ia harus melakukan perjalanan yang
cukup jauh untuk membelinya. Kemudian, ia teringat suatu hal. Ia bersegera
terbang menuju sungai sebening kaca.
“Hai Greeny!” panggil
Bibi Popo Beruang.
“Iya bi. Ada apa?” ucap
Greeny sambil terbang menghampiri Bibi Popo.
“Ini aku buatkan Kue
Pie yang teristimewa untuk Aurelia. Aku tahu kau pasti akan ke sana jadi
kubuatkan ini sebagai tanda terimakasih dari para warga untuknya yang telah
menolong kami.”
“Wah. Bibi baik sekali.
Terimakasih ya,Bi. Nanti aku sampaikan ucapan terimakasih kalian padanya,ya,”
ucapnya dengan senyuman yang sangat tulus.
Terlihat Aurelia yang
sedang asyik bermain air. Greeny menghampirinya.
“Hai Aurel,” sapa
Greeny diikuti dengan senyum yang sangat menghangatkan.
“Hai Greeny!” ucap
Aurel sambil melonjak kegirangan karena ia kedatangan tamu istimewa.
“Hmm.. Ini anu.. Itu anu.
Aku datang ke sini untuk meminta maaf karena aku sempat iri terhadapmu hingga
membuat berita bohong tentang dirimu. Maafkanlah aku Aurel. Aku sungguh
menyesal,” ucap Greeny dengan penuh penyesalan.
“Tak apa sobat. Jangan
bersedih hati lagi ya! Apakah yang membuat iri terhadapku? Bukankah engkau
lebih hebat? Kau bisa terbang. Kau mempunyai ketulusan yang murni untuk menjaga
hutan supaya tetap cantik. Kau luar biasa di mataku.”
“Kamu cantik,Aurel.
Pandai pula membuat perhiasan yang begitu menawan. Aku merasa aku tidak ada
apa-apanya dibandingkan kamu.”
Dengan senyuman tulus,
Aurelia berkata,” Setiap insane di dunia ini pasti punya kelebihannya
masing-masing. Dan itulah yang membuat diri mereka unik dan berbeda satu sama
lain. Jadi, kamu tak perlu iri. Dan bukankah kecantikan hati lebih berharga
dibandingkan kecantikan wajah?” ucap Aurelia meyakinkan.
Greeny tersenyum haru
seraya memeluk Aurelia erat-erat.
“Terimakasih banyak
Aurelia. Kamu memang luar biasa cantik luar dan dalam.”
“Sama-sama Greeny! Kita
berdua sama-sama cantik kok. Hihi”
“Oh iya aku punya
sesuatu untukmu. Ini ada kue pie buatan Bibi Popo yang paling istimewa yang
pernah ia buat. Ia bilang kalau ini sebagai tanda terimakasih para warga karena
kamu telah menolong para warga. Aku juga punya ini untukmu. Terimalah.”
“Wah terimakasih.
Bukankah bubuk ajaib ini sangat berharga untukmu?”
“Tak apa Aurel. Aku
masih punya buanyak! Hehe.”
“Sebagai tanda
persahabatan kita. Aku punya hadiah untukmu. Semoga hadiahku ini dapat
bermanfaat ya.”
Betapa terkejutnya ia
saat membuka hadiah tersebut. Ternyata hadiah itu adalah Bunga Mutiara. Bunga
Mutiara ini sama seperti Bunga Kristal yang dapat menjadi penyeimbang hutan. Aurelia
ingin agar bunganya dapat menggantikan Bunga Kristal untuk sementara waktu
sebelum Greeny membeli Bunga Kristal yang baru.
Disaksikan air terjun
sebening kaca. Mereka resmi menjadi sahabat dan berjanji untuk bersama-sama
bahu-membahu untuk merawat dan memelihara hutan supaya tetap asri dan lestari.
“Janji Jari
kelingking!”
Mereka saling menautkan
jari kelingking mereka masing-masing dan bersama-sama menikmati Kue Pie Bibi
Popo yang sangat lezat tiada tandingannya!