Assalamu’alaikum dear shalihah,
Bagaimana
kabar kalian, dear shalihah yang cantik?
Semoga selalu dilimpahi cinta yang luar
biasa dari yang maha cinta, cinta sejati kita, Allah SWT yaa. Alhamdulillah
sabtu ini, pada tanggal 7 April, aku dikasih kesempatan nih sama sang maha
romantis buat ketemu sama salah satu muslimah yang menginspirasi. Siapakah dia?
Dia adalah seorang penulis buku berjudul “Ketika Dhira Jatuh Cinta”. Hayoo? Adakah yang tahu? Yes
dear, namanya Kak Nadhira Arini. Kakak cantik yang telah berhasil menginspirasi
banyak muslimah ini berhasil menginspirasi aku juga. Alhamdulillah ya, cyiiin.
Hal ini berujung dengan lahirnya tulisan ini karena aku ingin menularkan
inspirasi yang sudah kak Nadhira kasih buat aku. Hehe. Like we know together, sharing is caring, right? So, without any
further ado, let’s begin the journey to see how kindhearted and merciful our
God, Allah SWT is. Enjoy!
Jadi, sebenarnya, aku mengikuti acara
yang pembicaranya adalah Kak Nadhira itu sama sekali nggak ada niatan
sebelumnya. Bahkan, sebelumnya pun aku belum kenal nih sama kak Nadhira ini.
Tapi, berhubung there is someone whom I
do adore mengajakku ke sana akhirnya aku iyain aja nih tanpa pikir panjang.
Padahal, sekarang-sekarang ini lagi galauin skripsi loh. Iya dong mending
galauin skripsi daripada galauin si dia yang peduli sama kita juga ngga, yak
an? * ups Terus, mendaftarnya pun mepet
h-2 sebelum acara digelar. Wow banget kan ya. Terus juga, jiwa-jiwa fangirl
akut macam aku pasti bakalan mikir keras kan buat dateng ke acara itu. Bukan
karena apa-apa, karena merasa belum siap. Karena aku berfikir pasti yang dateng
ukhti-ukhti yang agamanya sudah keren-keren. Terus aku ngaca di cermin. Lah aku
tuh apa? Cuma serpihan atom :’)
Okey lah cyin, memang bukan waktunya untuk bergalau ria.
Sekarang waktunya buat kasih tahu apa aja nih inspirasi yang kak Nadhira kasih
di acara kemuslimatan ini. Jadi begini wahai calon isteri idaman suami, inspirasi
yang dikasih kak Nadhira adalah pengalaman super kerennya ketika di luar
negeri, bagaimana menjadi muslimah yang menginspirasi serta cerita dibalik
hijrahnya. Beberapa point tersebut bakalan dijadiin 3 part nih dear, jadi
cerita soal muslimah yang menginspirasi serta serba-serbi hijrah bakalan dipost
di postingan selanjutnya ^^ stay tune yaaa.
You
know what, sweetheart? I bet you will adore her like the way I adore her. Trust
me ;) Idih
rahay lebay nih. Bodo ah, yang penting kenyataannya emang begitu kok hehe. Nih
ya, melihat cv kak Nadhira aja aku sampai melongo. Itu cv apa nulis diary. What? Iya saking penuhnya. It means sepak terjang kakak cantik ini
sudah tidak diragukan lagi. Dia pernah pergi ke Jerman loh untuk belajar dan
juga menjadi volunteer. Ngga Cuma itu
aja, ada lagi nih yang bikin aku geleng-geleng kepala saking kagumnya. Why? She ever went to PALESTINE. Nope sweetheart, kamu lagi ngga salah
baca. Dia bener-bener udah pernah ke Palestine. Subhanallah, Kak Nadhira adalah
definisi cantik yang sesungguhnya, cantik dari luar dan dalam. Dia bahkan
encourage orang-orang yang akan pergi ke sana lewat instagramnya dengan
menunjukkan bahwa keadaan di sana aman buat para volunteer yang akan berjuang
di sana. I do believe the same way,
karena untuk apa kita takut kalau kita mempunyai Allah maha agung lagi maha
sempurna kan?
Nah sekarang tentang pengalaman dia
ketika di Jerman. Singkat cerita, di
sana, Kak Nadhira menjadi volunteer
untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Dan masya Allah, untuk menjadi volunteer
saja, banyak sekali ujian yang datang menggodanya. You know what? Pasti selalu ada perintah untuk membuka jilbab
ketika sesi wawancara berlangsung. Bayang betapa membuat galau situasi
tersebut, bukan? Galaunya kita mikirin doi sama sekali ngga ada keren-kerennya
dibandingkan dengan galaunya kak Nadhira, betul? Astaghfirullah. Yang aku salut
dari Kak Nadhira ketika menjawab titah mereka untuk melepas jilbab adalah
jawabannya yang lembut dan santai. Dia dengan ceria dan bersahabat menjelaskan
bahwa dia tidak melepas jilbabnya karena agama dan Tuhannya. Subhanallah. Aku suka caranya
menyampaikan tanpa paksaan, tanpa kekerasan dan tanpa terkesan ingin menang
sendiri. Then, ada fakta menarik
bahwa kenapa Kak Nadhira harus buka jilbab di sana, ternyata ada alasan di
balik itu. Jadi, menurut mereka jilbab yang kak Nadhira pakai bisa jadi sarang
parasit atau kuman yang dapat membahayakan anak-anak special ini. Namun, dengan
semangat yang kuat, kak Nadhira membuktikan bahwa dengan berhijab, dia masih
tetap dapat mengurusi anak-anak tersebut dengan sepenuh hati. Voila. Anak-anak
tersebut menjadi sayang pada Kak Nadhira. Berkat itulah, kak Nadhira diterima
di tempat itu. Subhanallah. Sesuatu yang dilakukan dengan hati yang tulus
dan bersungguh-sungguh pasti akan bersemi indah, bukan?
Tantangan untuk survive di negeri orang yang notabene minoritas Islam pasti nggak
ada surutnya. Yups, masalah lain ketika kita berada di negara yang muslimnya
minoritas adalah masalah perut nih, sweetheart. Kita harus mencari makanan
halal yang tentunya susah dicari. Kita bisa saja tidak memakan daging babi dan
memilih membeli ayam di toko-toko yang bertebaran di sana. Eitss. Tunggu dulu.
Itu pun belum cukup karena kita tidak tahu apakah ayam tersebut dipotong dengan
menyebut asma Allah atau tidak. Susah ya? Huhu I feel her too L
It is really hard to find halal food back then in Thailand *eh maaf malah curcol hehe Nah, untuk
cari aman, kita bisa membeli makanan di toko orang Turki yang dijamin ada label
halalnya atau memilih menjadi vegetarian aja. Terus nih, karena kak Nadhira
bekerja untuk anak berkebutuhan khusus, maka otomatis kak Nadhira diberi
makanan oleh pihak pengelola. Jadi, kalau di Jerman, mereka memang suka makan
bersama gitu di satu meja. Karena melihat kak Nadhira tidak memakan makanan
yang mereka sediakan, mereka menyediakan ayam yang menurut mereka kak Nadhira
bisa makan. Tapi, kak Nadhira masih saja tidak menyantap makanan mereka. Lalu,
mungkin muncul tanda tanya besar di kepala mereka. What’s wrong with this girl? Bukannya dia bisa makan chicken? Di
sini, mereka menanyakannya langsung kepada kak Nadhira. Perlu diingat ya
sweetheart orang Jerman itu bener-bener bluntly to the point dan tanpa ekspresi
kalau ngomong, jadi jangan kaget ngomong sama orang Jerman. Itu sih aku juga
kata kak Nadhira. Rahay ngga sok tahu :p Kak Nadhira pun akhirnya menjelaskan
duduk persoalan dengan ceria, tenang dan lembut. Akhirnya mereka mengerti.
Keesokan harinya, Tadaaaa! mereka sudah menyuguhkan ayam yang benar-benar dari
toko Turki. Wiiih subhanallah banget yaa.
Yups, begitulah nano-nanonya tinggal di
luar negeri, sweetheart. Sebesar apa pun masalahnya nanti jika kita ke luar
negeri. Hanya satu kunci yang dapat menyelamatkan kita. Yaitu selalu gantungkan
semuanya kepada Allah SWT. Then, this writing will be closed by one of my
favourite quote from kak Nadhira “Di dalam hidup, kita hanya perlu melukis satu
garis lurus dan biarkan Allah yang
member titik.” See you in the next part
of my writing! <3
Wasalamu’alaikum wr.wb.
Constellation of love,
Rahayours








Will figure out by ourselves soon
BalasHapus